Skip to content

MENATA PARPOL MENUJU PEMILU 2014

April 1, 2012

Partai politik mempunyai posisi (status) dan peranan yang sangat penting dalam setiap sistem demokrasi. Partai memainkan peran penghubung yang sangat strategis antara proses-proses pemerintahan dengan warga negara. Bahkan banyak yang berpendapat bahwa partai politiklah yang sebetulnya menentukan demokrasi.

Secara umum ada empat fungsi partai politik, antara lain:

  1. Sebagai sarana komunikasi politik

Dalam hubungannya dengan komunikasi politik, partai politik merupakan perantara yang besar yang menghubungkan kekuatan-kekuatan dan ideology sosial dengan lembaga pemerintah yang resmi dan yang mengaitkannya dengan aksi politik di dalam masyarakat

  1. Sebagai sarana sosialisasi politik

Terkait dengan sosialisasi politik ini, partai juga berperan sangat penting dalam rangka pendidikan politik.

  1. Sebagai sarana sekrutmen politik

Fungsi ini berkaitan erat dengan masalah seleksi kepemimpinan, baik kepemimpinan internal partai maupun kepemimpinan nasional yang lebih luas.

  1. Sebagai sarana pengatur kKonflik (Conflict Management)

Sebagai pengatur atau pengelola konflik (conflict management) partai berperan sebagai sarana agregasi kepentingan (aggregation of interests) yang menyalurkan ragam kepentingan yang berbeda-beda itu melalui saluran kelembagaan politik partai.

Saat ini banyak juga pandangan kritis dan bahkan skeptis terhadap partai politik. Yang paling serius di antaranya menyatakan bahwa partai politik itu sebenarnya tidak lebih daripada kendaraan politik bagi sekelompok elite untuk mendapat kekuasaan. Para elit mengumbar janji untuk mendapat simpati rakyat, nsmun setelah terpilih realisasi janji tidak terealisasi.

Turunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik didasarkan pada tingkat elektabilitas kinerja anggota DPR maupun kasus-kasus pidana yang mendera anggota DPR dan kinerja pemerintah eksekutif yang kurang maksimal. Kinerja ranah kekuasaan ini mencerminkan kinerja partai politik. Pemerintah didukung oleh Partai pemenang pemilu 2009 yakni Partai Demokrat dengan koalisi Partai Golongan Karya, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan. Secara tidak langsung, kinerja pemerintahan yang kurang maksimal dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap partai-partai ini.

Ada beberapa kasus yang membuat publik Indonesia menjadi skeptis. Di penghujung tahun 2010 muncul kasus bail out Bank Century yang merugikan negara sebanyak 6,7 triliun. Sebuah kasus yang menyita perhatian bangsa Indonesia karena terjadi drama di DPR, yakni penelusuran kebijakan bail out oleh panitia khusus yang dibentuk oleh DPR. Isu ini semakin memanas karena orang nomor dua di Republik Indonesia yakni Wapres Boediono ikut diinterogasi karena kedudukannya sebagai Gubernur Bank Indonesia waktu kebijakan bail out tersebut dikeluarkan tahun 2008. Selain itu, mantan Kepala Bappenas yang telah menjadi Menteri Keuangan juga ikut diseret dalam drama itu. Kegaduhan ternyata terjadi di luar gedung DPR pula. Mahasiswa dan elemen masyarakat turun ke jalan menuntut penuntasan kasus Bank Century.

Isu menarik lainnya adalah adanya wacana impeachment atau pemakzulan terhadap wakil presiden Boediono dan pemecatan Menkeu Sri Mulyani . Isu tersebut santer terdengar  di media massa ,maupun di gedung DPR. Dampaknya adalah perpecahan di dalam pansus maupun DPR antara partai pendukung pemerintah dengan oposisi. Walaupun demikian DPR telah menyusun rekomendasi kepada Kepolisian untuk penuntasan kasus yang terindikasi ada dugaan korupsi.

Tingkat elektabilitas pemerintahan saat itu menurun cukup drastis. Padahal belum genap pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu II mencapai seratus hari. Masyarakat juga kecewa terhadap kinerja DPR yang dianggap “membela dan terkesan menutup-nutupi” kasus bail out Bank Century.

Kasus terbaru yang muncul adalah perilaku korupsi para anggota DPR. Sebut saja kasus travel check untuk memuluskan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur senior Bank Indonesia maupun kasus Wisma atlet Sea Games yang melibatkan Partai Demokrat dan menyeret pula Badan Anggaran DPR.

Persoalan yang telah terjadi menjadi tantangan bagi partai politik terutama persiapan dalam menjelang pemilu 2014. Paling tidak partai politik harus membuat suatu gebrakan yang revolusioner untuk mendapatkan simpati rakyat. Saat ini rakyat cukup cerdas dan melek politik.

Persoalan yang muncul begitu kompleks. Saat ini bukan lagi masalah maupun ideologi politik yang harus diusung, melainkan program yang akan ditawarkan dan tentunya profesionalisme partai politik dalam parlemen maupun pemerintahan. Dibutuhkan pula sosok atau figur yang dianggap berpengaruh, namun ini bukanlah unsur dominan.

Partai politik dapat menunjukkan akuntabilitas dan menjadikan partainya “bersih”. Momentum ini agaknya tepat di kala masyarakat Indonesia gencar melawan korupsi. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan komitmen bersama untuk memberantas korupsi dan bersifat kooperatif terhadap penegakan hukum. Partai hendaknya tidak segan-segan untuk memberi sanksi tegas terhadap anggotanya yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Lebih jauh lagi, akuntabilitas terhadap dana kampanye partai juga diperlukan. Ini akan menjadi pencitraan bagi partai politik dan modal untuk mengambil hati para konstituennya.

Persiapan yang dilakukan oleh masing-masing partai politik beraneka ragam. Partai politik yang telah menduduki DPR dapat langsung mengikuti pemilu 2014 tanpa melakukan verivikasi administrasi partai politik. Lain hanya dengan partai-partai gurem maupun partai politik yang baru seperti Nasional Demokrat dan Partai Sri yang harus melewati seleksi administratif. Walaupun demikian masing-masing partai memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan suara.

Saat ini bangsa Indonesia merindukan pemimpin-pemimpin yang mampu membawa perubahan atas stagnansi yang diakibatkan struktur kekuasaan. Ini bukanlah sekadar mimpi, melainkan sebuah peluang bagi partai politik untuk berlomba-lomba dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Partai politik dapat menunjukkan gagasan-gagasan untuk membangun Indonesia dan menunjukkan  cara berpolitik yang sesuai etika dan norma politik.

Etika dan norma politik sangat penting untuk pendidikan politik masyarakat Indonesia. Pendidikan merupakan upaya penyadaran akan pentingnya sebuah proses politik. Apalagi ditengah tingginya apatisme dan peluang anarkisme yang tinggi. Masyarakat akan terbiasa dengan sikap profesional dan ikut aktif dalam proses politik yang terjadi. Segala bentuk anarkisme yang terjadi selama masa pemilu maupun tingkat pemilih yang abstain dapat ditekan.

Peningkatan hubungan solidaritas dan rasa kesetiakawanan yang didasarkan pada kepentingan politik harus digalakkan. Disamping itu pola untuk menarik simpati masyarakat yang dilakukan oleh elit politik, cenderung telah menjadikan masyarakat sebagai objek dari pada sebagai subjek. Implikasinya dalam kehidupan politik, yang tumbuh dan berkembang adalah partisipasi politik yang dimobilisikan bukan partisipasi politik yang otonom, yang tumbuh atas kesadaran yang rasional.

 

Simpulan

Dalam menghadapi pemilu 2014, saat ini partai politik dituntut untuk membuat sebuah gebrakan yang revolusioner dan menata partai politiknya. Upaya tersebut ditunjukkan dengan kinerja profesional anggota partai dalam parlemen maupun pemerintah dan menunjukkan akuntabilitasnya. Partai politik dapat menunjukkan gagasan-gagasan untuk membangun Indonesia dan menunjukkan  cara berpolitik yang sesuai etika dan norma politik.

 

Daftar rujukan:

Jimly Asshiddiqie. Dinamika Partai Politik dan Demokrasi

Nobertus Jegalus. Partisipasi Masyarakat dalam Menggunakan Hak Politiknya pada Pilpres 8 Juli 2009

http://robbieochu.blogspot.com/2011/01/makalah-tentang-partai-politik.html

diunduh tanggal 29 November 2011

http://ijrsh.files.wordpress.com/2008/07/berpolitik-yang-profesional1.pdf

diunduh tanggal 29 November 2011

From → Experience

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: