Skip to content

OBSERVASI TRADISI SURA DI DESA SARWOGADUNG, KEC. MIRIT, KAB. KEBUMEN

September 15, 2011

A.  PENGERTIAN TRADISI SURAN

Tradisi Suran merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan pada bulan Muharam( Jawa: Sura) bertepatan dengan tahun baru pada penanggalan Hijriyah. Suran telah menjadi bagian dari budaya masrarakat Desa Sarwogadung. Tradisi tersebut merupakan rangkaian ritual-ritual keagamaan.

Tradisi Suran yang dilakukan oleh pemerintah Desa Sarwogadung  erat kaitannya dengan sejarah Desa Sarwogadung. Masyarakat meyakini bahwa pendiri Desa Sarwogadung adalah Nyi Sekar Gadung yang sosoknya digambarkan dengan seorang tua renta yang mengenakan kebaya berwarna hijau pupus( hijau muda) dan berjarit cokelat. Kurun waktu hidupnya Nyi Sekar Gadung tidak diketahui sehingga awal mula tradisi Suran juga belum diketahui. Hal ini disebabkan oleh tidak terdapat catatan sejarah yang memuat keterangan tersebut. Adapun informasi didapatkan dari keterangan lisan yang telah berkembang secara turun-temurun yang belum dapat diyakini kebenarannya.

Ketiadaan sumber sejarah primer yang dapat mengungkap sejarah Desa Sarwogadung dan awal mula tradisi Suran menyebabkan suatu mitos yang berkembang pada masyarakat. Misalnya adalah mitos bahwa apabila tidak diselenggarakan Suran maka desa akan ditimpa dengan bencana berupa gagal panen dan wabah penyakit.

B.     TUJUAN TRADISI SURAN

Pelaksanaan tradisi yang  rutin setiap tahun bertujuan untuk melestarikan budaya yang telah berkembang. Selain itu, tradisi tersebut merupakan sarana untuk mendekatkan diri pada Allah Subhanahu wata’ala serta menjalin silaturahim dan tatap muka sesama warga Desa Sarwogadung. Secara khusus tradisi tersebut dimaksudkan untuk mendoakan arwah Nyi Sekar Gadung yang diyakini sebagai orang yang merintis Desa Sarwogadung.

C.    PELAKSANAAN TRADISI SURAN

Tradisi Suran dilaksanakan pada bulan Muharam pada penanggalan Hijriyah dan dilaksanakan pada Jum’at Kliwon atau Selasa Kliwon di makam Nyi Sekar Gadung di Dukuh Juru Tengah, Desa Sarwogadung, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen.. Pelaksanaan tradisi tersebut dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembacaan Yasin dan Tahlil bersama untuk mendoakan arwah Nyi Sekar Gadung serta diteruskan dengan penyembelihan hewan kurban berupa seekor kambing oleh pemuka adat dan kemudian dimasak.

          Pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB, warga Desa Sarogadung berkumpul di sekitar makam untuk antre mengambil kambing yang telah dimasak. Momentum ini digunaan sebagai salah satu sarana untuk bertatap muka dan silaturahim.

  1. D.    TANTANGAN TRADISI SURAN

Penyelenggaraan tradisi Suran saat ini banyak mendapat tantangan. Banyak warga yang menganggap bahwa tradisi Suran mengarah pada bentuk kesyirikan. Hal ini disebabkan oleh banyanya warga yang mempercayai adanya mitos-mitos yang berkembang.

Apabila ditelaah lagi, tradisi Suran berembang melalui kebudayaan Islam. Hal ini yang melatarbelaangi ritual-ritual keagamaan Islam pada tradisi tersebut. Walaupun demikian masih terdapat sisa kebudayaan kuno yang tetap dipertahankan, yakni mengkeramatkan tempet-tempat tertentu, dalam hal ini adalah maam Nyi Sekar Gadung. Hal ini pula yang menjadi pertentangan ada kalangan masyarakat.

DAFTAR RUJUKAN

Hersapandi. 2005. Suran Antara Tradisi dan Ekspresi Seni. Yogyakarta: Pustaka Warna

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

http://www.kebumenkab.go.id/index.php?name=News&file=article&sid=277

Diakses pada tanggal 22 Maret 2011

http://www.jogjatrip.com/id/1493/tradisi-suran-gunung-tirto

Diakses pada tanggal 22 Maret 2011

 

From → Experience

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: